Just Some Story of Mine

Urgency of Jakarta-Bandung Shinkansen

Kereta Super Cepat Jakarta-Bandung

Sebenarnya saya tidak ingin memasukan tulisan ini dalam blog saya karena ini merupakan opini serius yang sebenarnya di luar dari konten blog saya yang lebih banyak berisi kisah hidup dan opini saya mengenai hidup. Akan tetapi tak apalah, sekali-sekali menulis opini yang agak serius.

Mengenai berita (contoh link berita ada di atas) dan gembar-gembor proyek shinkansen JKT-BDG yang menurut pemberitaan di beberapa media sedang diperebutkan oleh investor dari Jepang dan Cina (nama negara, bukan etnis kebangsaan), saya pikir tidak ada urgency-nya sama sekali penggarapan proyek ini. Saya setuju dengan opini MenHub menjabat sekarang, Bpk. Jonan, dibandingkan dengan membangun kereta super cepat lebih baik lengkapi jalur kereta api di luar pulau jawa. Saya rasa sudah cukup penduduk di pulau jawa dimanjakan oleh berbagai fasilitas yang ada. Sudah saatnya pembangunan infrastructure dilakukan di luar jawa.

Bagi saya secara pribadi proyek ini hanya menjadi ajang unjuk keren-kerenan saja. Rasanya keren saja ada shinkansen/kereta super cepat di Indonesia. Saya pikir perlu dipikirkan kembali apakah investasi yang diberikan setimbang dengan impact dan kontribusi yang diakibatkan kepada peningkatan dan pemerataan perekonomian kita. Kemudahan akses dan penurunan waktu tempuh JKT-BDG ini akankah menjadi sesuatu yang meningkatkan perekonomian kedua kota atau malah akan menjadi masalah baru di kedua kota. Saya sebagai orang yang hampir seluruh hidupnya tinggal di Bandung, merasakan betul arus para turis dari Jakarta ketika liburan maupun akhir pekan. Di sisi lain mereka menjadi pemicu meningkatnya perekonomian Bandung, di sisi lain mereka juga menjadi masalah dari mulai kebersihan kota, kemacetan hingga tersingkirnya RTH dan alih fungsi daerah resapan air menjadi hotel, café dan shopping mall.

Shinkansen memang membuat produktivitas menjadi lebih tinggi. Berdasarkan pengalaman saya selama tinggal di Jepang, saya pribadi merasakan betul efek shinkansen terhadap produktivitas. Beberapa kali saya harus mengerjakan riset saya di kota lain dan pada saat seperti inilah saya membutuhkan betul shinkansen. Pernah dalam satu hari saya sudah bolak-balik Tokyo-Nagoya untuk riset. Pagi sekali saya berangkat ke Nagoya dari Tokyo dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam (dengan mobil sekitar 4-5 jam) untuk membuat sampel saya selamat satu harian dan di petang harinya saya sudah kembali ke Tokyo. Sangat praktis dan mudah karena tidak perlu check in, luggage drop dan menunggu boarding, hanya perlu datang kira-kira 15-30 menit sebelum kereta berangkat (bahkan kalau mepet dan sudah hafal nomor peron kereta, 10 menit sebelum kereta berangkat pun bisa).

Tapi apakah peningkatan produktivitas ini yang sangat perlu kita kejar sekarang ini, sementara tingkat kesenjangan sosial-ekonomi negara kita ini semakin tinggi? Apakah kekerenan pergi ke Jakarta-Bandung dengan waktu tempuh yang sangat singkat ini yang ingin kita kejar sementara di pulau lain di Indonesia para mantri dan petugas puskesmas harus berjalan naik turun perbukitan satu hari satu malam untuk memberikan imunisasi kepada anak-anak Indonesia, sementara anak-anak Indonesia beserta para guru harus berjalan kaki berjam-jam untuk pergi ke sekolah?

Nationalism and national pride are important but they also need to make sense and essentially they need to be properly implemented when and where.

Karena sesungguhnya orang-orang di pelosok Indonesia tidak peduli seberapa keren shinkansen/kereta super cepat itu, mereka cuma peduli bagaimana taraf kehidupan mereka dapat ditingkatkan, bagaimana anggota keluarga mereka yang sakit dapat memiliki akses pengobatan yang cepat dan tepat, bagaimana anak-anak mereka dapat hidup lebih baik daripada mereka.

Jadi bagi saya sekali lagi, sudah cukup penduduk jawa terutama di kota-kota besarnya dimanjakan oleh segala fasilitas yang ada. Sudah saatnya pembangunan dilakukan di luar pulau jawa. Oh ya disamping itu dalam teori arus urbanisasi ada yang namanya faktor penarik dan faktor pendorong. Mungkin sekarang, sudah saatnya berhenti ‘memoles’ pulau jawa dan segala daya tarik yang dimilikinya untuk memicu pemerataan.

Sekian.

kireinashit (~ysf~)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s